Asia Tenggara telah menjadi salah satu kawasan yang menarik untuk bisnis kasino dan rumah judi. Negara-negara seperti Filipina, Kamboja, dan Vietnam memiliki kebijakan yang relatif lebih terbuka terhadap industri perjudian dibandingkan dengan negara lain di kawasan ini. Jika Anda tertarik untuk membuka bisnis kasino di Asia Tenggara, berikut adalah informasi penting mengenai harga sewa rumah judi dan modal yang perlu Anda persiapkan.

Harga Sewa Rumah Judi di Asia Tenggara

  1. Filipina Filipina adalah salah satu negara yang paling ramah terhadap industri perjudian di Asia Tenggara. Di kota-kota seperti Manila dan Cebu, harga sewa rumah judi bisa bervariasi tergantung lokasi dan fasilitas yang ditawarkan. Rata-rata, harga sewa tahunan untuk properti yang cocok untuk kasino bisa mencapai USD 500.000 hingga USD 1 juta. Lokasi di pusat kota atau dekat dengan area wisata utama biasanya memiliki harga sewa yang lebih tinggi. https://www.guidryswarehouse.com/
  2. Kamboja Kamboja, khususnya kota Sihanoukville, telah menjadi hotspot baru untuk kasino. Harga sewa di sini relatif lebih murah dibandingkan dengan Filipina. Anda bisa menemukan properti dengan harga sewa tahunan mulai dari USD 300.000 hingga USD 700.000. Dengan perkembangan infrastruktur yang terus meningkat, Kamboja menawarkan peluang besar dengan biaya yang lebih terjangkau.
  3. Vietnam Vietnam juga mulai membuka diri terhadap industri kasino, terutama di daerah-daerah wisata seperti Da Nang dan Phu Quoc. Harga sewa rumah judi di Vietnam berkisar antara USD 400.000 hingga USD 900.000 per tahun. Meskipun regulasi di Vietnam masih cukup ketat, pasar ini memiliki potensi besar dengan meningkatnya jumlah wisatawan setiap tahunnya.

Modal yang Dibutuhkan untuk Membuka Kasino

Selain biaya sewa, ada beberapa komponen lain yang perlu diperhitungkan saat merencanakan membuka kasino di Asia Tenggara:

  1. Biaya Lisensi Setiap negara memiliki persyaratan dan biaya lisensi yang berbeda. Di Filipina, biaya lisensi bisa mencapai USD 200.000 hingga USD 300.000. Di Kamboja, biaya ini bisa lebih rendah, sekitar USD 100.000 hingga USD 200.000. Sedangkan di Vietnam, biaya lisensi bisa lebih tinggi, mencapai USD 300.000 hingga USD 400.000.
  2. Investasi Awal untuk Fasilitas Anda perlu menginvestasikan sejumlah uang untuk mengembangkan fasilitas kasino yang menarik. Ini termasuk renovasi bangunan, pembelian peralatan kasino seperti meja judi, mesin slot, serta dekorasi interior. Rata-rata, investasi awal ini bisa mencapai USD 1 juta hingga USD 5 juta, tergantung pada skala dan kualitas fasilitas yang ingin Anda tawarkan.
  3. Biaya Operasional Biaya operasional mencakup gaji karyawan, listrik, air, keamanan, dan promosi. Biaya operasional bulanan untuk kasino skala menengah bisa mencapai USD 50.000 hingga USD 100.000.